^^CERITA CHAPTER NARUTO SHIPPUDEN 673^^
^^KITA BISA MELAKUKANYA^^

Sesaat sebelum chakra terakhir Gai menghilang
dari titik pusatnya, Naruto muncul dan entah
bagaimana ia bisa menghentikannya. Naruto
menyelamatkan Gai di saat-saat terakhirnya.
"Chakranya belum menghilang dari titik pusat
tubuhnya?" pikir Madara. "Kenapa? Apa yang
sudah ia lakukan!?" Madara tak mengerti. "Apa dia
telah menghentikan akhir dari Hachimon!?"
Naruto lalu melesat, menghajar Madara dengan
satu hentakkan. Untungnya, Madara cepat dan
menahannya dengan benda-benda hitam itu.
Namun tetap saja, serangan Naruto cukup keras
untuk melukainya.
"Aku belum menyembuhkan diriku seutuhnya..
apa itu alasannya!?" Madara berpikir kalau ia bisa
dilukai karena lukanya tadi belum benar-benar
sembuh. Namun kemudian ia sadar, "Tidak.. apa
dia yang tiba-tiba saja menjadi begitu kuat!?"
Madara sadar kalau Naruto yang sekarang bukan
lagi bocah yang waktu itu dilawannya, Naruto
telah menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Naruto bersiap untuk melanjutkan serangan,
"Son!! Pinjami aku chakramu!!" pinta Naruto pada
Yonbi yang ada dalam dirinya. "Yeah!!" seru kera
berekor empat itu dan kemudian memberikan
chakra laharnya.
Kemudian, Naruto pun mampu menggunakan
Youton, elemen lahar, dan menggabungkannya
dengan rasengan. "Senpou - Youton
Rasenshuriken!!"
Muncullah Rasenshuriken dengan bola pusat
berupa larva dari ujung telapak tangan Naruto.
Madara mulai terdesak. "Ini buruk!!" pikirnya, dan
kemudian ia pun berusaha untuk menyerang
Naruto dengan tekniknya. "Limbo!!"
"Hyaah!!!" Naruto tetap menyerang, dan entah
bagaimana Naruto bisa menghindari serangan
Madara tadi.
"Apa!? Limbonya tidak.."
Naruto sendiri sebenarnya tidak sadar kalau ia
telah berhasil menghindar. "Apa aku berhasil
menghindarinya!?" Naruto terus menyerang dan
bang!!!
Naruto melempar Rasenshuriken ekstra panas itu
tepat ke arah Madara. Madara terkena, tepat di
perutnya. "Gaaahh!!!"
"Yosh!!"
"Uukhhh!!"
Madara terus terdorong, hingga akhirnya ia
menabrak pohon raksasa di belakangnya dan
terus.. Rasenshuriken lahar Naruto masih bereaksi
hingga kemudian bahkan pohon suci itu pun
terpotong menjadi dua.
"Dia memotong pohonnya!?" pikir kaget Kakashi.
Luka Madara semakin bertambah parah, dan
kemudian ia mendengar suara misterius. "Serap
aku.." ucap suara itu.
"Siapa itu!?" Madara tak mengenalnya, lalu suara
misterius itu kembali berkata, "Serap.. pohon suci
dan Juubi.."
Beralih ke sisi Gaara, ia juga kaget. "Apa Naruto
yang melakukannya!?"
Selanjutnya Naruto melompat, membawa tubuh
guru Gai ke hadapan Lee dan yang lainnya. "Lihat!!
Guru Gai juga ada di sana!!" ucap Lee.
Beralih ke Madara, tanpa banyak pikir lagi lelaki itu
melakukannya. Ia menyerap pohon besar yang
hendak menimpanya itu. Dari kejauhan, Gaara
pun melihat seolah pohon itu menghilang.
"Pohonnya menghilang!?"
"Guru Gai!!" teriak Lee saat Naruto sampai.
"Guru alis tebal baik-baik saja, dia tak akan mati.."
ucap Naruto.
"Apa kau yang menyelamatkannya!? Padahal dia
sudah membuka kedelapan gerbangnya.."
"Yah, aku sendiri tak mengerti kenapa, tapi
sekarang aku merasa kalau aku bisa melakukan
sesuatu.." ucap Naruto, sambil melihat tanda
lingkaran, tanda matahari yang ada di telapak
tangannya.
Di sisi Sasuke, ia juga telah sadar, dan di telapak
tangannya tampak tanda bulan sabit. Sasuke
menarik besi hitam yang menancap di tubuh
Hokage kedua, lalu bertanya padanya, "Apa kau
masih bisa menggunakan jurus pemindahmu,
Hokage kedua?"
Dalam hati sebenarnya Hokage kedua lumayan
kaget. "Bisa menyentuh tongkat Madara.. pasti
telah terjadi sesuatu saat dia hampir mati tadi.."
Hokage kedua kemudian sadar saat melihat wajah
Sasuke. "Begitu ya.." ucapnya.
"Ya, aku terhubung dengan tanda Hokage
keempat, tapi dengan kekuatanku saat ini, aku
hanya bisa mengirim satu orang.." jelas Hokage
kedua.
"Itu sudah cukup, aku akan pergi.." ucap Sasuke.
Kembali ke sisi Madara, tampak ia sudah
menyerap pohon itu sepenuhnya. Dan
bersamaan dengan itu, seluruh lukanya
menghilang. "Begitu rupanya.. jadi tadi itu pohon
suci itu sendiri.. Hahahaha.." Madara tertawa.
"Waktu untuk menjadi satu telah tiba.." ucapnya.
Kembali ke sisi Naruto, "Alis tebal dan Gaara,
lindungilah guru Gai.." ucapnya. Naruto hendak
pergi ke tempat Madara lagi.
"Naruto.." ada sesuatu yang ingin Gaara
sampaikan. "Saat kau menjadi Hokage nanti.. ayo
buat aliansi.." ucapnya.
Naruto sempat terdiam, lalu ia tersenyum dan
berkata, "Yah.." kemudian melompat pergi.
"Naruto!?" Dari kejauhan tampak Kakashi kaget.
"Obito.. kau.." ia lalu sadar kalau Obito telah
melakukan tugasnya.
Di sisi Obito, di dimensi lain, tampak ia yang
masih terengah-engah, bertahan hidup karena
Zetsu hitam masih berada di tubuhnya. "Haah.."
Di depan, Sakura berdiri dan berkata padanya,
"Kau adalah musuh, kau telah membunuh dan
melukai banyak temanku.. sebenarnya aku tak
mau mengatakannya, tapi untuk kali ini saja, aku
akan menganggapmu sebagai bagian dari aliansi
kami.. terimakasih karena telah menyelamatkan
Naruto.."
"Ada satu lagi yang ingin kuminta padamu, kau
tak perlu menganggapku sebagai sekutu, anggap
saja aku musuh.."
Naruto telah sampai di hadapan Madara.
"Mungkinkah ini karena kekuatan yang diberikan
oleh kakek Rikudo yang tadi kutemui?" dalam hati
Naruto merasakan sesuatu. "Bahkan dari sini, aku
bisa merasakan dengan jelas sebagian lagi
kekuatannya.."
Di sisi Madara, ia merasa percaya diri dengan
kekuatannya. "Kau tak akan bisa mengalahkanku,
sekarang aku benar-benar abadi, aku akan hidup
untuk selamanya!!"
"Bodoh!!" bentak Naruto. "Bukan aku yang akan
mengalahkanmu.." ucapnya.
"Kamilah yang akan mengalahkanmu.. bersama-
sama!!"
Seketika Sasuke telah sampai di sebelah Naruto.
"Bersiaplah, Madara.." ucap Sasuke, dengan
perpaduan antara Rinnegan dan Sharingan di
mata kirinya.
Mengetahui hal itu, Madara tampak masih tak
gentar. "Jadi yang satu mewarisi Senjutsu Rikudo
Sennin, sedangkan yang satunya telah
membangkitkan Rinnegan.."
"Sayang sekali.." ucap Madara. "Aku memiliki
keduanya sekaligus!!" teriaknya dan kemudian
bersiap dengan suatu jutsu, "Ini akan jadi
pertarungan terakhir!! Ayo cari tahu siapa yang
kuat di antara kita!!"
Bersambung ke : Naruto Chapter 674