Di chapter sebelumnya madara telah mendapatkan kekuatan baru setelah
menghisap pohon shinjuu,namun di sisi lain 2 reinkarnasi
ashura&indra juga ingin menunjukkan kekuatan mereka.Lalu apa yg
terjadi selanjutnya?
Gubraaaaak!!!
Madara memandang tajam
Naruto dan Sasuke dengan sebuah segel tangan. Sebuah petir hitam ia
keluarkan dari kedua tangannya untuk menyerang mereka. Petir itu dibagi
menjadi dua arah sekaligus.
“Senpou – Inton Raiha!!”
Naruto melempar tongkat hitam di tangan kirinya berputar ke arah
serangan Madara. Sementara Sasuke meningkatkan tekanan di mata kirinya
yang telah menjadi Rinnegan Sharingan.
Bzzz!!!!!
Petir
hitam dari Madara terhisap semua kepada tongkat yang dilempar Naruto.
Kedua teknik tersebut saling bertabrakan dimana petir-petir itu seperti
terhisap kepada tongkat hitam milik Naruto.
Buss....
Tiba-tiba saja Sasuke menghilang dari hadapan Madara.
Madara terkejut karena Sasuke tidak ada disana, tetapi ia segera menoleh dan menemukan Sasuke.
[Sasuke baru saja...!]
[Mata kiri itu... Jadi begitu. Dia tidak melakukan gerakan sederhana...!]
Madara terkejut ketika melihat kehadiran Sasuke di tempat lain dan merasakan tekanan dari mata kirinya.
Ketika Madara lengah, Naruto langsung melesat menuju Madara dan bersiap memukulkan tongkat hitamnya.
“Limbo”
Madara langsung mengarahkan Rinnegannya kepada Naruto. Naruto terkejut dengan sesuatu yang baru saja ia rasakan itu.
Sasukelah yang paling terkejut disini, ia seperti melihat sesuatu.
[Apa itu!?]
Sasuke tidak bisa menebak apa yang ia lihat itu.
Naruto dan sesuatu yang dilihat Sasuke saling berpukulan dan menahan
pukulan mereka masing-masing. Naruto seperti menahan sesuatu yang jika
orang biasa hanya melihatnya seperti Naruto memukul angin.
[Lagi!!]
Naruto melihat Madara bersiap melakukan suatu serangan.
“Senpou – Ranton Kouga!!”
Madara menyembur Sasuke dengan sesuatu dan ia mematahkan tongkat Naruto juga.
“Woh!!”
Naruto terkejut ketika tongkatnya itu patahm dan segera melirik ke arah serangan Madara yang ia semburkan yang menuju Sasuke.
[Dia datang! Lagi!]
Sasuke segera melempar pedangnya itu, tetapi tidak mengenai Madara.
[Aku meleset?]
Sasuke terkejut karena serangannya itu tidak mengenai apa-apa.
Tiba-tiba saja, Naruto terlempar oleh sesuatu. Kunai Hiraishin miliknya
terjatuh dari mulutnya. Naruto bisa mendarat lagi dengan baik setelah
lemparan itu.
Ia segera berteriak pada Sasuke.
“Sasuke, itu pergi kesana! Sesuatu yang tidak bisa kulihat dengan mataku. Itu berada di sekitar!!”
“Benarkah? Aku bisa melihatnya dengan jelas!”
Sasuke terkejut atas apa yang Naruto katakan karena sepertinya ia melihat sesuatu di sekitar Naruto.
Madara juga terkejut karena tindakan mereka berdua.
[Mereka berdua... Mereka bisa melihat Limbo ku...]
“Ini...”
Sasuke melihat sesuatu di belakang Madara. Sesuatu itu terlihat seperti
Madara, tetapi berwarna hitam dan tidak bisa dilihat oleh Naruto.
“Madara yang lain”
Sasuke terkejut melihat sosok itu.
[Dia bisa melihatnya karena Rinnegan. Dan Naruto, kau tidak bisa melihatnya, tetapi kau bisa merasakannya...]
Madara bisa menganalisis tindakan mereka dengan baik dan mengetahui kemampuan mereka.
“Sepertinya serangan fisik kita tidak bekerja pada Madara yang lain.”
“Ya!”
Sasuke sampai pada sebuah kesimpulan dengan serangan Madara itu. Naruto juga setuju atas pendapatnya itu.
[Tidak ada orang di dunia ini yang mampu melihat atau merasakannya... Bayanganku dari dunia tidak terlihat Limbo...]
Madara bersiap menyerang lagi dengan membuat sebuah tongkat dari bola hitam.
Madara kembali berpikir lagi dan dia merasa kebingungan terhadap apa yang terjadi.
[Bagaimana bisa mereka tiba-tiba mendapat kekuatan itu? Uchiha Sasuke
itu... Hanya dia yang membangkitkan Rinnegan dengan koma yang sama
sepertiku... Mungkin ada koneksi antara kita, sesuatu melebihi darah]
Madara melesat kepada mereka berdua dengan tongkatnya itu.
“Dengan ini... Aku yakin mata kirimu akan cocok denganku!!”
Madara melesat menuju Sasuke sembari menatap tajam mata kirinya itu. Ia terlihat bersiap untuk mencuri mata Sasuke.
Tiba-tiba...
Srak...!!
Madara terkejut ketika Sasuke menghilang dari hadapannya itu dan Madara tertusuk oleh pedang Sasuke.
Madara langsung melirik kepada tempat Sasuke berada dan menebak kemungkinan yang ada.
“Itukah... kekuatan mata kirimu...?”
“Eh!?”
Naruto juga terkejut ketika mengetahui bahwa Sasuke berteleportasi dan menghilang dari tempat awal itu.
Sasuke dengan santai berjalan menuju Madara dan berkata kepadanya.
“Kalau begitu cobalah. Aku yakin kau tidak akan mati begitu mudah, benar?”
Sasuke membuat sebuah kesimpulan tentang yang terjadi dan mengenai serangan Madara.
[Serangan yang dikeluarkan dengan chakra dari Rikudo Sennin sepertinya
bekerja pada bayangan Madara juga.. Tangan kanannya terluka..]
Sasuke mengingat ketika serangan Naruto mengenai sesuatu yang tak tampak
dan seperti memenangkannya. Ia juga melihat tangan Madara yang terluka.
Sasuke kembali melanjutkan analisanya.
[Itu pastinya terjadi ketika pertama kali dia bertahan terhadap serangan Naruto.]
Tiba-tiba, Sasuke melihat dua Madara yang bersatu, salah satunya
berwarna hitam. Dia segera membuat suatu tebakan tentang bagaimana
teknik itu bekerja.
“Sepertinya bayanganmu kembali padamu sekali dalam beberapa saat.”
Sasuke segera memberi tahu Naruto.
“Naruto, ketika bayangannya keluar lagi, seranglah. Aku akan mengurusi yang terlihat itu..”
Naruto terlihat tidak senang, tetapi setuju atas rencana itu. Seperti
halnya dulu ketika Naruto dan Sasuke pertama kali satu tim.
“Heh! Itu membuatku kesal bahwa aku harus mematuhimu seperti aku tidak pernah berubah saja!”
Sasuke segera melirik kepada Naruto.
“Dengarkan hingga berakhir! Ini kesempatan kita. Dia dan bayangannya
pastinya akan bersatu untuk sesaat. Siapkan teknikmu selanjutnya, tidak
masalah yang mana, tentuya dengan chakra Sennin mu. Sebuah teknik yang
menahannya akan lebih baik”
Sasuke memberi tahu rencananya itu kepada Naruto. Mereka segera bersiap melakukan serangan berikutnya.
Madara memuji analisa Sasuke itu, sepertinya ia juga mulai tertarik padanya.
[Dia menyadari bahwa Limbo hanya bisa digunakan dalam waktu terbatas
dan juga membutuhkan waktu untuk mengaktifkannya.. Dan datang dengan
sebuah strategi. Begitu, dia punya insting yang baik. Dia tenang dan
punya penilaian yang baik dan koma yang sama denganku.. Jika saja dia
terlahir sebelum Obito, aku telah memanfaatkannya... Tapi, ini bukan
waktunya untuk berpikir tentang itu. Tidak masalah apa yang terjadi, aku
harus tahu bahwa mereka hanyalah anak-anak. Aku harus mendapatkan kedua
mataku secepatnya]
Madara begitu menatap tajam mereka dan mulai
menganggap mereka serius. Ia menganalisa yang mereka lakukan itu dan
paling memuji tentang Sasuke.
Shukaku segera kontak dengan Naruto
“Aku akan gunakan chakraku, lalu aku akan memberi teknik penyegelan.”
[Terima kasih! Uhm..]
“Shukaku”
Naruto membuat sebuah Rasengan yang terbuat dari pasir dengan simbol Shukaku di seluruhnya.
“Senpou – Jiton: Rasengan!!”
Sasuke juga mengumpulkan chakra di lengan kirinya dengan simbol bulan sabit hitam.
[Aku akan gunakan kekuatan Rikudo Sennin juga...
“Chidori!!”
Sasuke membuat sebuah chidori, tetapi bukan chidori biasa. Petir itu
berwarna hitam dan tekanannya jauh lebih dahsyat dari chidori biasa.
Sasuke segera memberi perintah kepada Naruto.
“Itu akan bekerja! Naruto, lempar itu ke arahku!
“Itu begitu menjengkelkan, tetapi aku tidak akan meragukanmu!”
Naruto dan Sasuke segera melesat dan mengenai Madara dari samping. Sebuah segel terbentuk di sekujur tubuh Madara.
Sasuke segera berteriak pada Naruto.
“Naruto, jutsu yang kau terima dari Rikudo Sennin... Kau tahu, bukan?”
“Yeah! Itu adalah apa....”
Naruto membalasnya langsung.
Tiba-tiba...
Syung...>!!!
“Dia bergerak?”
Tiba-tiba saja, Madara menghilang dari hadapan mereka dan melompat ke atas.
Sasuke tetap melihat Madara ada di hadapannya, tetapi berbeda. Madara itu adalah yang seharusnya tidak terlihat.
[Dia menggunakan bayangan menggantikan posisinya!?]
Sasuke terkejut ketika melihat hal tersebut.
“Disana!”
Naruto segera mengetahui keberadaan Madara. Ia segera berteriak pada Sasuke.
“Sasuke, aku akan hentikan dia, kejarlah yang asli!!”
Sasuke terkejut karena tidak terjadi sesuatu padanya.
Madara segera mengetahui informasi lagi.
[Sepertinya jika aku telah sampai sejauh ini, dia tidak bisa
menggunakan Rinnegan. Aku mulai mengerti bagaimana mata kirimu bekerja,
Sasuke]
Madara melesat menuju suatu tempat. Naruto tidak mengerti apa yang terjadi, ia terus menyuruh Sasuke untuk pergi.
“Cepat, Sasuke! Di depan Madara... Ada guru Kakashi!!”
Naruto merasakan Madara pergi menuju Kakashi yang tidak menyadari kehadirannya.
Madara langsung mengarahkan tangannya ke mata kiri Kakashi.
“Gwah!!”
Kakashi terkejut ketika mata kirinya diambil oleh Madara. Madara segera
memasukan mata itu ke mata kirinya yang kosong, Sharingan milik Obito.
Di dimensi Obito, Sakura terlihat mengarahkan kunainya kepada mata kiri Obito.
“Cepatlah, hancurkan Rinneganku. Aku tidak bisa menghentikan Zetsu Hitam lagi...”
Obito menyuruh Sakura untuk bertindak cepat.
Di tempat Madara, Sasuke telah mengejar Madara.
Madara terkejut melihatnya.
[Tapi kau masih sangat cepat, Sasuke.]
Srak!
Sasuke segera memotong Madara menjadi dua dengan pedangnya itu.
“Aku tahu!!”
Sakura menjawab Obito di dimensi lain yang menyuruhnya untuk cepat.
Madara langsung menggunakan mata kiri itu dan berteleportasi menuju dimensi Obito.
“Sial!”
Sasuke terkejut ketika Madara melakukan hal tersebut.
Sementara itu, Sakura tak kunjung menusuk mata Rinnegan Obito dan Madara muncul ketika mereka hampir melakukan itu.
Madara langsung melemparkan besi hitam kepada Sakura dan Obito.
“Aku tidak akan membiarkan kalian!!”
Obito terkejut melihat kehadiran Madara yang tiba-tiba saja datang dan menyerang mereka.
Bersambung ke chapter 675
